IMPIAN SEORANG ANAK.
Saat ditanya mengenai cita-cita, anak kecil mungkin dapat menjawabnya dengan sangat cepat dan penuh keyakinan. Dengan senyuman lebar dan suara lantang, mereka pasti bisa menjawab pertanyaan ini dengan tegas. Namun seiring berjalannya waktu, proses yang dialami akan membuat beberapa dari mereka mengubah impiannya, ada yang tetap berusaha mengejar impian masa kecilnya, bahkan ada juga yang memilih berhenti untuk bermimpi.
Seperti kisah di bawah ini :
Seorang anak mendapat tugas dari gurunya untuk membuat cerita tentang impian-impiannya, karena ayahnya seorang pelatih kuda yang miskin dan serba kekurangan, dengan penuh semangat ia pun membuat cerita. Kalo dia sudah besar nanti ia ingin memiliki lahan tempat pelatihan kuda seluas 400 H dan rumah sebesar 400 M³. Begitu asiknya si anak dengan impian-impiannyatanpaterasa karangan tadi menghabiskan 7 lembar kertas dan paginya ia pun langsung mengumpulkan tugasnya kepada gurunya di sekolah. Setelah seminggu berlalu tugas tersebutpun di bagikan dan di berikan nila, berasa kaget si anak karena karangannya mendapat nilai F bahkan ia di marahi karena karangannya di anggap tidak masuk akal dan tidak akan pernah akan tercapai karena ia hanya anak pelatih kuda yang miskin, sehingga tidak mungkin akan membangun lahan pelatihan kuda 400 H. Demikian menurut sang guru dan si anak di beri waktu semingu untuk mengganti karangannya tsb dengan karangan yang lebih logis dan masuk akal agar nilainya bisa di ganti. Sesampanya di rumah, si anak mengadu kepada ayahnya :”Ayah … saya punya mimpi ayah, membangun lahan pelatihan kuda seluas 400 H tapi menurut guru saya mimpi itu takkan pernah tercapai dan saya di suruh mengganti mimpi itu menjadi mimpi yang lain yang bisa masuk akal dan lebih sesuai”. Mendengar curahan hati si anak sang ayah dengan bijak penuh kesabaran dan berkata : “ anakku mimpimu adalah masa depanmu dan kamu lah yang akan menjalani masa depan itu. Jadi terserah kamu nak, kamu mau mengganti mimpi itu atau tidak”. Mendengar dan penjelasan dari ayahnya si anak pun tetap membawa tugas nya untuk di kiumpulkan kepada gurunya dan seperti sudah di duga nilai F masih tertulis kertas itu. Setelah berpuluhan tahun berlalu si anak akhirnya beranjak dewasa dan dia akhirnya bisa menggapai mimpinya mempunyai lahan pelatihan kuda seluas 400 H dan juga rumah sebesar 400 M³. ketika gurunya yg dulu datang ke tempat pelatihan kuda dan bertemu dengannya, si guru berkata :“kamu hebat nak, maafkan saya bila dulu sya tlah melarang kamu untuk bermimipi sperti ini, saya sangat salut pada mu nak… akau menyesal sekali, sebagai seorang guru seharusnya saya mendukung mimpi-mimpi itu bukan merengutnya seperti apa yang telah saya lakukan kepadamu”.
Jangan sekali-kali meremehkan sebuah mimpi. kesuksesan itu berawal dari mimpi. kita tidak tau bagaimana sesorang mencapainya.
Masih banyak kisah inspiratif lainnya. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar