Minggu, 06 September 2020

Beberapa mekanisme pertahanan ego yang sering di lakukan manusia dalam mengatasi masalah. Mana sering kamu lakukan ?.


1. Diplacement atau pemindahan.

    Apakah kamu pernah mengalami hari yang buruk, lantas kamu menuangkan emosi dan kemarahanmu kepada keluarga atau temanmu? Apabila kamu sering melakukan ini maka kamu memiliki mekanisme pertahanan ego berupa displacement (pemindahan).

    Sesuai namanya, displacement  berusaha memindahkan perasaan negatif yang mengancam kepada hal-hal yang kurang mengancam. Alih-alih mengungkapkan kemarahan kepada objek yang bersangkutan, kita malah menyerang hal lain yang terasa kurang mengancam.

    Misalnya Kemarin, B putus dengan sang kekasih karena disangka berselingkuh. Ia sudah berusaha menjelaskan kepada kekasihnya tersebut bahwa hal tersebut tidaklah benar. Akan tetapi, kekasih B tersebut tetap tidak percaya dan malah membentaknya. Melihat respon dari kekasihnya tersebut, B merasa kesal sekaligus kecewa, sehingga ia memutuskan hubungan mereka. Kejadian ini menyebabkan B menjadi individu yang mudah marah terhadap teman-teman dan adiknya, serta ia juga merobek-robek beberapa foto kenangan mereka berdua.

    Singkatnya, pada kasus di atas, B mengalihkan emosi negatifnya kepada adik, teman, dan foto kenangan mereka. Dengan melakukan hal tersebut, perasaan B dapat sedikit lebih tenang karena emosinya sudah tersalurkan, meskipun tidak langsung kepada penyebab utama, yaitu kekasihnya.

2. denial atau penyangkalan.

    Ketika kita melakukan perbuatan buruk dan ketahuan, kita bakal berusaha menyangkal perbuatan tersebut.

    Penyangkalan ini berfungsi untuk melindungi ego pribadi kita dari hal-hal yang gak bisa kita atasi. Ketika melakukan penyangkalan kita berusaha terhindar dari rasa sakit, penolakan, hingga kecemasan berlanjut yang mungkin akan kita dapatkan apabila berkata jujur

    Seseorang yang tidak di terima di universitas negeriyang ia mau dan mencoba  menghindari pembicaraan atau ganti pembicaran.

3. Proyeksi

    Hah ini tanpa sadar sering dilakukan seseorang sebagai mekanisme pertahanan egonya. Strategi ini berusaha melibatkan perasaan atau pemikiran kita sendiri terhadap perasaan atau pemikiran orang lain.

    Misalnya, ketika kita membenci seseorang, kita akan melakukan proyeksi bahwa orang tersebut juga membenci kita. Proyeksi ini bekerja dengan mengekspresikan keinginan atau dorongan hati kita, namun dengan cara yang tidak dikenali oleh ego untuk mengurangi kecemasan.

4. Sublimasi

    Sublimasi adalah bentuk mekanisme pertahanan ego yang menunjukkan proses kedewasaan. Ia mengubah hal buruk yang ia miliki menjadi hal yang lebih bermanfaat dan dapat diterima orang lain.

    Misalnya, seseorang sadar bahwa ia memiliki emosi tinggi. Oleh karena itu ia melampiaskan emosinya tersebut dengan berlatih bela diri.

5. Rasionalisasi

    Rasionalisasi adalah mekanisme pertahanan dengan menjelaskan perilaku atau perasaan yang tidak dapat diterima secara rasional untuk menghindari alasan sebenarnya untuk perilaku tersebut.

    Misalnya, seseorang yang ditolak kencan akan mengatakan pada orang-orang bahwa ia tidak tertarik dengan pasangan kencannya tersebut. Rasionalisasi ini dilakukan untuk melindungi harga dirinya yang ditolak.


Semoga bermanfaat,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar